Minggu, 12 Januari 2014

Museum Bank Indonesia

Perjalanan kali ini saya akan ajak anda untuk mengenal lebih jauh salah satu museum yang berada di Jakarta yaitu Museum Bank Indonesia.





Museum ini terletak di jalan Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Kota). Awal dari gedung ini adalah sebuah rumah sakit Binnen Hospital, yang kemudian dialihfungsikan menjadi De Javasche Bank. Sejak 21 april 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan gedung ini sebagai Museum Bank Indonesia dengan tujuan untuk memberikan informasi yang bisa kita peroleh berkaitan dengan Bank Indonesia sebagai bank sentral sejak awal berdiri.Terdiri dari dua lantai.

Gedung Museum Bank Indonesia

Sebelum memasuki ruangan, kita di haruskan untuk menitipkan barang-barang bawaan terkecuali dompet, handphone, kamera. Lalu mengambil tiket sebagai tanda masuk. Tiket ini gratis tanpa di pungut biaya apapun karena museum ini di biayai oleh pemerintah Indonesia.

Ini adalah ruangan untuk mengambil tiket

Sehabis mendapat tiket lalu kita berjalan ke arah pintu masuk ruangan museum dengan pencahayaan yang lumayan gelap sehinggan bisa mendapatkan kesan jaman dahulu. Lalu kita memasuki ruang teather kecil, sayangnya film dalam teather tersebut sedang tidak diputar.

Sekarang menuju ruang pra bank Indonesia. Di ruangan ini menceritakan tentang aktivitas perdagangan selama era Eropa bergadang di Nusantara yang pada akhirnya menjadi awal perbankan di Indonesia.

Awal perbankan di Indonesia


Para penjelajah dunia yang pernah singgah di Indonesia



Di ruang pengantar sejarah ini kita bisa melihat akulturasi pendatang dengan penduduk local dengan adanya perkawinan campuran.


Perbankan pada masa Belanda





Awal kemerdekaan Indonesia yang panjang









Mulai dari pendudukan jaman Belanda, Jaman Jepang, dan akhirnya Proklamasi


Metamorfosa logo bank Indonesia


Telepon terus menerus berbunyi di bank Indonesia selama masa krisis moneter


berbelok ke kanan sedikit dapat kita temui replika ruang cadangan emas yang dibuat mirip seperti emas aslinya. Emas batangan ini dalam sejarahnya pernah berfungsi sebagai uang beredar.

Keluar dari ruangan yang penuh dengan emas ini, lalu kita menuju ruang numismatic. Kita dapat menikmati beragam koleksi uang mulai dari jaman Kerajaan Hindu-Buddha, Kerajaan Islam, uang colonial, pasca kemerdekaan, dan ada juga uang mancanegara.

Ini salah satu contohnya

Setelah selesai menjelajah pengetahuan tentang museum bank Indonesia dan sebelum mengakhiri kunjungan, kita dapat membeli berbagai souvenir khas Museum Bank Indonesia sebagai kenang-kenangan kunjungan ke museum tersebut.
Museum ini buka pada hari Selasa hingga Minggu, untuk hari Senin dan hari besar tutup. Pada hari Selasa Jumat, museum ini buka pada pukul 08.00-15.30 WIB, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu dari pukul 08.00-16.00 WIB dan tidak dipungut biaya seperserpun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar